Anda di sini
Beranda > Press Release! > Balai Taman Nasional Matalawa Bentuk Kelompok Peduli Api, Apa Pentingnya? Oleh Infonawacita

Balai Taman Nasional Matalawa Bentuk Kelompok Peduli Api, Apa Pentingnya? Oleh Infonawacita

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!
Balai
Pintu masuk taman nasional Laiwangi Wanggameti. (Foto: sukmadede.com)

Taman Nasional MaTaLaWa (Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti) kembali terkenal dengan pemberitaan online. Dalam berita online harian infonawacita.com (29/05), penulis bernama Yohanes Indra memberitakan tentang pentingnya dibentuk Kelompok Peduli Api oleh Taman Nasional MaTaLaWa. Setelah sebelumnya tim redaksi ANTARA News yang berada di Kupang pun memberitakan hal yang sama dengan judul Taman Nasional Matalawa Bentuk Masyarakat Peduli Api. Penasaran dengan beritanya, mari kita cek langsung!

INFONAWACITA.COM – Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (Matalawa), Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, membentuk kelompok peduli api. Kelompok itu didirikan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di kawasan taman nasional itu.

Kepala Balai Taman Nasional Matalawa, Maman Surahman mengungkapkannya di Kupang, Selasa (29/5/2018). Ia mengatakan, kelompok masyarakat peduli api (MPA) telah terbentuk di Desa Tandula Jangga, Desa Nagga dan Desa Nggongi, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur.

“Kami melibatkan masyarakat setempat dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan dengan membentuk kelompok masyarakat peduli api (MPA). Tiga desa itu sudah memiliki MPA yang selalu siaga terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” kata Maman, dikutip dari Antara.

Menjaga Pelestarian Alam

Maman melanjutkan, Masyarakat Peduli Api menjadi mitra Balai Taman Nasional Matalawa dalam menjaga pelestarian sumber daya alam dalam kawasan taman nasional.

Taman Nasional Matalawa terdiri dua kawasan. Kawasan taman nasional Manupeu Tanah Daru memiliki luas 50 ha sedangkan kawasan Taman Nasional Laiwangi Wanggameti memiliki luas 40 ha.

“Kami secara rutin turun ke masyarakat untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat di 47 desa yang bermukim di sekitar taman nasional Matalawa agar tidak membakar hutan. Kami selalu rutin melakukan sosialisais tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan dalam kawasan ini,” kata Maman.

Ia juga mengatakan, Balai Taman Nasional Matalawa memiliki empat posko pemantau kebakaran di daerah itu.

Sumber: https://infonawacita.com/balai-taman-nasional-matalawa-bentuk-kelompok-peduli-api-apa-pentingnya/
Editor: editor@tnmatalawa.com

Tinggalkan Balasan

Top
WhatsApp chat