Anda di sini
Beranda > Berita > MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TN MATALAWA

MONITORING DAN EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TN MATALAWA

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!

Waingapu, 21 November 2020. Setelah minggu sebelumnya dilakukan pemantauan dan evaluasi kerja di kawasan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III, Kepala Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa), Memen Suparman,  tidak menyia-nyiakan hari liburnya dengan berdiam diri, namun kembali turun ke lepangan untuk melakukan evaluasi hasil kerja di lingkungan SPTN Wilayah II dan I. Evaluasi yang dilakukan meliputi kegiatan pemberdayaan, pemulihan ekosistem (PE) serta penanaman simbolis di lokasi PE.

Lokasi PE di kawasan SPTN II di Blok Hutan Kambatawundut rencananya akan dijadikan pilot project program PE di kawasan konservasi. Letaknya yang mudah dijangkau memudahkan pengamatan hingga hasilnya dapat dilaporkan dengan cepat serta memudahkan pengawasan.  Kepala Balai bersama Kepala SPTN Wilayah II, Judy Aries Mulik, dan beberapa pegawai melakukan penanaman simbolis sebagai tanda dimulainya proses penanaman untuk beberapa hari ke depan yang akan dilakukan oleh kelompok kerja.

Setelah penanaman, Kepala Balai beserta rombongan melanjutkan perjalanan ke kawasan SPTN Wilayah I untuk melakukan monitoring kegiatan pemberdayaan masyarakat di 2 (dua) lokasi yaitu di Desa Tanamodu dan Desa Hupumada. Peninjauan kelompok masyarakat di 2 (dua) desa ini adalah untuk memantau sejauh mana pelaksanaan bantuan usaha ekonomi masyarakat yang telah mereka terima pada tahun anggaran 2020 telah dibelanjakan dan dimanfaatkan secara bersama – sama dalam kelompok tersebut. Bantuan di Desa Tanamodu telah diberikan kepada kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) berupa mesin rontok, mesin potong padi, perangkat gong, bahan tenun ikat dan mesin jahit. Sedangkan, bantuan di Lahona diberikan pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Hupumada berupa bibit rambutan, bibit kopi, bibit pinang, bibit mangga, bahan tenun ikat, dan mesin potong rumput. Bibit-bibit ini rencananya akan ditanam dalam waktu dekat karena musim hujan telah tiba.

Bantuan yang diberikan TN Matalawa merupakan hasil usulan dari para anggota kelompok sehingga terdapat kesesuaian antara potensi yang dimiliki masyarakat dengan jenis bantuannya. Bantuan ini telah menunjukkan hasil positif yakni telah tersedianya kain tenun produksi masyarakat berupa selendang dan sarung yang sudah dijual kepada konsumen. Mengakhiri kunjungannya, Kepala Balai membeli kain selendang hasil buatan masyarakat dan berfoto bersama.

Sumber: Balai TN Matalawa

Tinggalkan Balasan

Top
WhatsApp chat