Anda di sini
Beranda > Berita > Peduli Pemberdayaan Perempuan, Balai TN MaTaLaWa Hadirkan Itik Petelur

Peduli Pemberdayaan Perempuan, Balai TN MaTaLaWa Hadirkan Itik Petelur

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!
Peduli Pemberdayaan
© Disediakan oleh Taman Nasional MaTaLaWa

Penjagaan piket itik per masing-masing sub kelompok mulai dilaksanakan oleh anggota kelompok Rambu Langgaliru, Jumat malam (20/07/2018). FOTO/DIECKY ARIF

Waingapu, 21 Juli 2018. Akhirnya yang ditunggu datang juga, sebagai bagian dari rangkaian Role Model integrasi Issue Gender dalam pengembangan pemberdayaan masyarakat desa penyangga Desa Padiratana, tim pemberdayaan Role Model Balai Taman Nasional MaTaLaWa (Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti) telah menyerahkan bantuan pengembangan usaha ekonomi yaitu itik sebanyak 1.500 ekor DOD (day old duck) kepada kelompok Rambu Langgaliru di Desa Padiratana. Kegiatan ini diawali dengan penguatan kelompok yang dihadiri pemerintah desa bersama jajarannya berupa penjagaan piket itik per masing-masing sub kelompok serta uraian tugas penjagaan piket tersebut dalam bentuk mengisi format laporan harian.

Pukul 18.30 WITA (20/07/2018) itik tiba di Desa Padiratana, tim bersama pemerintah desa melakukan serah terima itik di kandang Dusun II. Penyerahan itik dilakukan oleh Diecky Arif (penyuluh kehutanan Balai Taman Nasional MaTaLaWa) kepada ketua kelompok Rambu Langgaliru yang disaksikan Kepala Desa Padiratana dan pengurus kelompok beserta anggota.

Baca : Balai Taman Nasional Matalawa bagikan 1.500 itik, Berita Oleh AntaraNews.Com Kupang

Pelepasan itik-itik ke kandang ini disambut antusias masyarakat yang hadir, pelepasan itik terdistribusi pada 3 kandang dengan masing-masing kandang berjumlah 500 ekor dan langsung diberikan vitamin dan makanan. Berdasarkan hasil pemantauan dilaporkan dari 1500 ekor itik terdapat 10 ekor yang mati atau 0,67 persen.

Kepala Balai Taman Nasional MaTaLaWa, Maman Surahman, S.Hut., M.Si menyampaikan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk mendongkrak perekonomian masyarakat sehingga masyarakat lebih mandiri, maju dan dapat meminimalisir tingkat ketergantungan masyarakat ke dalam kawasan, dengan demikian kawasan menjadi lestari.

Sumber: Urusan Informasi dan Promosi Taman Nasional MaTaLaWa
Editor: editor@tnmatalawa.com

Tinggalkan Balasan

Top
WhatsApp chat