Anda di sini
Beranda > Berita > Pelatihan Kerajinan Bambu Untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Binaan TN MaTaLaWa

Pelatihan Kerajinan Bambu Untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Binaan TN MaTaLaWa

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!

Pelatihan Kerajinan Bambu

Waingapu, 26 Februari 2018. Balai Taman Nasional MaTaLaWa (Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti) menciptakan usaha ekonomi produktif di Desa sekitar kawasan Taman Nasional MaTaLaWa. Peningkatan kapasitas masyarakat dilakukan dalam bentuk pelatihan kerajinan bambu yang dilaksanakan di Waingapu – Sumba Timur selama 3 (tiga) hari pada tanggal 23-25 Februari 2018.

Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat desa sebanyak 20 (dua puluh) orang yang berasal dari 8 (delapan) desa binaan Balai Taman Nasional MaTaLaWa. Desa-desa yang merupakan keterwakilan dari kelompok masyarakat binaan tersebut yaitu Desa Katikuloku, Desa Rewa Rara, Desa Modu Waimaringu, Desa Padiratana, Desa Kambata Wundut, Desa Umamanu, Desa Persiapan Laputi dan Desa Nangga.

Pemilihan Narasumber sebagai pengajar selama pelatihan ini didatangkan khusus dari Jawa Barat yang memiliki jam terbang tinggi dengan hasil karya yang sangat apik sekali (tujuan ekspor). Hal ini merupakan langkah dalam mewujudkan daya saing, inovasi dan kreatifitas masyarakat sebagai pengrajin yang handal.

Mengawali pelatihan ini, narasumber menjelaskan teori mengenai pengenalan bambu dan bagian-bagian bambu yang dapat dimanfaatkan dalam kerajinan bambu serta pengenalan alat dan teknik dasar dalam melakukan proses pengolahan bambu menjadi produk kerajinan.

Selama proses pelatihan, antusiasme tinggi peserta ditunjukkan dengan aktif bertanya kepada narasumber dan menghasilkan produk-produk selama pelatihan berlangsung tanpa mengenal lelah dan waktu. Produk-produk yang dihasilkan diantaranya adalah pembuatan 1 (satu) set meja kursi, tempat bolpoint, gelas, asbak dan tempat lampu dinding.

Dalam penutupnya Bapak Maman Surahman, S.Hut., M.Si, Kepala Balai Taman Nasional MaTaLaWa memberikan apresiasi yang sangat tinggi pada peserta selama mengikuti pelatihan. Surahman menyampaikan bahwa setelah pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta agar dapat menciptakan inovasi, kreatifitas dan menghasilkan produk dari bambu ini. Tidak tanggung-tanggung Balai Taman Nasional MaTaLaWa akan membantu dalam memfasilitasi pemasaran hasil produk kerajinan bambu oleh masyarakat baik melalui pembuatan 3 (tiga) kios yang berada di Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Timur dan pemasaran secara online.

Sebagai penutup Kepala Balai Taman Nasional MaTaLaWa menyerahkan sertifikat, bantuan peralatan dasar pembuatan kerajinan bambu dan buku informasi mengenai pengolahan bambu menjadi produk-produk yang memiliki nilai jual baik di pasaran lokal maupun mancanegara dengan harapan yaitu terciptanya lapangan kerja baru bagi masyarakat desa binaan sebagai pengrajin bambu yang handal dan inovatif di Pulau Sumba.

Sumber: Urusan Informasi dan Promosi Taman Nasional MaTaLaWa
Editor: editor@tnmatalawa.com

Tinggalkan Balasan

Top
WhatsApp chat