Anda di sini
Beranda > Berita > Pelibatan Masyarakat Dalam Pengelolaan Zona Tradisional Taman Nasional Matalawa

Pelibatan Masyarakat Dalam Pengelolaan Zona Tradisional Taman Nasional Matalawa

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!

Waibakul,11 Mei 2021. Pengelolaan kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) yang dikelola berdasarkan zonasi atau ruang mendorong pengelolan untuk mewujudkan pengelolaan yang lebih efektif tepat guna, salah satunya adalah ruang pemanfaatan yang ditujukan pemberian akses kepada kelompok masyarakat dalam kawasan TN Matalawa pada zona tradisional. Selama kurun waktu 3 (tiga) tahun sejak 2018 hingga saat ini total luas yang diberikan kepada 14 kelompok masyarakat di desa yang berada di sekitar kawasan adalah 1284,65 Ha salah satunya Desa Okawacu seluas 370, 92 Ha yang dikelola oleh KTH Hammu. Pemberian akses kelola kepada masyarakat melalui perjanjian kerja sama diharapkan tahun 2021 ini mencapai target capaian minimal 600 Ha. Dalam rangka mewujudkan kedua hal tersebut TN Matalawa menggelar Fasilitasi Penguatan Kelembagaan Dalam Rangka Penyusunan Rencana Pemberdayaan Masyarakat (RPM) Pasca Kemkon Desa Okawacu dan Fasilitasi Akses Kelola Kepada Masyarakat Dalam Rangka Membangun Kemitraan Konservasi Desa Tanamodu.

Hadir dalam acara hari ini Abdul Basit Nasriyanto, S.Hut, M.Sc selaku Kepala SPTN Wilayah I Waibakul, Marthen Umbu Bewa, S.Sos selaku Camat Katikutana Selatan, Rauta Karibu selaku Kepala Desa Okawacu, Ferdinan Umbu Kawaungu selaku Kepala Desa Tanamodu, Kelompok Tani Hutan (KTH) Hammu (Okawacu), dan Kelompok Masyarakat Peduli Api Tanamodu. Dalam kegiatan ini dibahas rencana kegiatan oleh kelompok dan pendamping kelompok yang dituangkan dalam rencana pemberdayaan masyarakat (RPM) untuk periode selama 5 (lima) tahun dan dokumen RPM tahunan Pasca Kemkon di Desa Okawacu. Adapun untuk Desa Tanamodu hasil dari pertemuan hari ini adalah tersusunnya Berita Acara (BA) verifikasi kelengkapan dalam mengajukan permohonan kemitraan konservasi dan adanya persamaan persepsi bersama para pihak yaitu Balai TN Matalawa, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, dan Kelompok Masyarakat.
Marthen Umbu Bewa, S.Sos selaku Camat Katikutana Selatan menyampaikan apresiasi yang luar biasa kepada TN Matalawa dimana dalam pengelolaannya melibatkan dan mendukung usaha ekonomi produktif masyarakat sehingga masyarakat bisa merasakan keberadaan hutan secara nyata. Sejauh ini koordinasi pihak TN Matalawa dengan pemerintahan daerah berjalan sangat baik.

Teks dan Foto Oleh : Nisfi Yuniar

Tinggalkan Balasan

Top
WhatsApp chat