Anda di sini
Beranda > Berita > TN Matalawa Luncurkan Buku Burung di Kawasan Untuk Edukasi Masyarakat

TN Matalawa Luncurkan Buku Burung di Kawasan Untuk Edukasi Masyarakat

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!

Peluncuran Buku Burung Matalawa

Waingapu, 25 Agustus 2017. Pulau Sumba merupakan salah satu dari gugusan kepulauan yang dilalui garis imajiner Wallacea. Keanekaragaman sumberdaya alam yang berada dikawasan Wallacea sangat tinggi, mulai dari keanekaragaman Flora, Fauna hingga tipe ekosistem yang khas. Kawasan Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (Matalawa), merupakan salah satu kawasan konservasi di Indonesia yang berada dikawasan ini. Keanekaragaman jenis burung menjadi salah satu dasar penetapan dua kawasan konservasi di Pulau Sumba ini.

Melihat potensi keanekaragaman jenis burung tersebut TN Matalawa mencoba memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat secara luas dengan meluncurkan buku “Burung-Burung di Kawasan TN Matalawa”. Pesan edukasi yang disampaikan secara informatif melalui buku, diharapkan mampu mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai burung-burung yang berada di Pulau Sumba. Didalam buku tersebut menjelaskan kondisi umum habitat burung di TN Matalawa, burung dan budaya di Pulau Sumba, serta deskripsi jenis-jenis burung yang berada di kawasan TN Matalawa.

Buku “Burung-Burung di Kawasan TN Matalawa” dilaunching pertama kali oleh Ir. Wiratno, M.Sc (Dirjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian LHK)  pada tanggal 19 Agustus 2017, bertempat di Ruang Pertemuan Padadita Beach Hotel – Sumba. Pada kesempatan tersebut, beliau memberikan apresiasi bagi tim penyusun buku serta seluruh staf TN Matalawa sehingga buku “Burung-Burung di Kawasan TN Matalawa” dapat diterbitkan dan diharapkan mampu menjadi bahan bacaan yang tidak hanya dinikmati para pecinta burung saja, namun secara luas oleh masyarakat. Selain itu beliau juga menekankan pentingnya keterpaduan pengelolaan kawasan konservasi antara unsur nature dan culture. Khususnya untuk wilayah Sumba, desain konsep pengembangan wisata yang prospektif adalah ekowisata berbasis lansekap dan budaya.

Selain melaunching buku “Burung-Burung di Kawasan TN Matalawa” pada agenda kunjungan kerja  tersebut, Dirjen KSDAE Kementerian KLHK juga menyerahkan bantuan Peralatan Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif bagi Desa Binaan TN Matalawa. Peralatan pengembangan usaha tersebut berupa alat-alat pengolahan biji kopi yang diterima langsung oleh perwakilan kelompok Kanjailu (Desa Laputi) Bapak Leonard M Anaung.

Tinggalkan Balasan

Top
WhatsApp chat