Anda di sini
Beranda > Berita > Peluncuran Buku Muatan Lokal (Mulok) Konservasi Burung

Peluncuran Buku Muatan Lokal (Mulok) Konservasi Burung

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!

Buku Mulok Konservasi Burung

Waingapu, 12 Agustus 2017, Bertempat di pondok kerja Anakalang (pka)  Taman Nasional Matalawa, Burung Indonesia Mengadakan perayaan keragaman Burung di Indonesia tahun 2017 dan sekaligus memperingati 15 tahun Burung Indonesia berkarya. Dalam memperingati hari ulang tahun yang ke – 15 Burung Indonesia meluncurkan buku muatan lokal pegangan siswa dan guru bagi sekolah dasar. Kegiatan tersebut dihadiri para mitra Burung Indonesia lingkup Sumba, dan salah satunya Balai Taman Nasional Matalawa yang diwakili kepala SPTN Wilayah I Waibakul (Abdul Basit Nasriyanto, S.Hut., M.Sc).

Sejak berdiri hingga saat ini, Burung Indonesia telah berkiprah dalam pengelolaan kawasan konservasi dan upaya perlindungan spesies burung serta  pemberdayaan masyarakat lokal. Melalui upaya penyadartahuan kepada berbagai kelompok masyarakat, dunia pendidikan, dan para pemangku kebijakan di tingkat lokal, Burung Indonesia berhasil mengubah persepsi masyarakat mengenai pelestarian alam di Pulau Sumba. Pada 2007, bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumba Barat, upaya tersebut menghasilkan buku mengenai standar kompetensi, silabus, dan materi pembelajaran kurikulum muatan lokal tentang konservasi keragaman hayati bagi murid sekolah dasar. Tiga tahun berselang, pada 2010, replikasi buku muatan lokal kembali dilakukan untuk Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Tengah. Pada 2017 ini, upaya yang sama pun berlanjut atas dukungan dana dari Millenium Challenge Account Indonesia (MCA-Indonesia).

Diharapkan dengan upaya pendidikan konservasi sejak dini tersebut, kegiatan konservasi dapat menyentuh generasi muda khususnya di Pulau Sumba yang sudah cukup terkenal dengan kekayaan potensi sumberdaya alamnya. Dan bagi pengelola kawasan TN Matalawa, hal ini menjadi bahan acuan dan  pedoman dalam melaksanakan kegiatan Bina Cinta Alam di sekolah-sekolah dasar yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi ini, hal ini diutarakan Kepala SPTN Wilayah I Waibakul disela-sela peluncuran buku tersebut.

Tinggalkan Balasan

Top
WhatsApp chat