Anda di sini
Beranda > Berita > Penanaman Jalur Batas Kawasan Taman Nasional Matalawa Bersama Dengan Masyarakat Sekitar Kawasan

Penanaman Jalur Batas Kawasan Taman Nasional Matalawa Bersama Dengan Masyarakat Sekitar Kawasan

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!

Penanaman Jalur Batas Kawasan

Waingapu, 11 November 2017. Pulau Sumba telah memasuki musim tanamnya, Pulau di bagian selatan Indonesia ini memiliki musim basah (Hujan) yang lebih sedikit dibandingkan musim kering (Kemarau). Hujan mulai membasahi Tanah Marapu pada periode waktu November hingga Februari di setiap tahunnya, namun hal ini kian sulit untuk diprediksi mengingat perubahan iklim yang terjadi saat ini. Pada tahun 2017 ini, sejak akhir bulan Oktober intensitas hujan di Pulau Sumba sudah cukup tinggi, hal ini memberi isyarat bagi para petani Sumba untuk memulai bercocok tanam.

Kondisi ini pun direspon oleh pihak pengelola kawasan Taman Nasional MaTaLaWa (Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti) untuk melaksanakan kegiatan penanaman. Pada tahun 2017, Taman Nasional MaTaLaWa telah menganggarkan kegiatan penanaman batas kawasan bersama dengan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Kegiatan penanaman ini difokuskan di sepanjang batas terluar kawasan Taman Nasional MaTaLaWa dengan tanaman yang ditanam adalah Pinang (Areca catechu) dan Halai (Alstonia sp.). Selain berfungsi mengukuhkan aspek legalitas batas kawasan Taman Nasional MaTaLaWa kepada masyarakat, hal ini juga bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar kawasan melalui penanaman tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) yang dapat dimanfaatkan hasil buahnya.

Kegiatan penanaman batas kawasan hutan Taman Nasional MaTaLaWa dilaksanakan di 2 (dua) Seksi Wilayah, yaitu SPTN Wilayah I Waibakul dan SPTN Wilayah II Lewa. Pelaksanaan penanaman jalur batas di SPTN Wilayah I Waibakul dikoordinir langsung oleh Kepala SPTN I Waibakul (Abdul Basit N, S.Hut., M.Sc) bersama dengan Kepala Resort Waimanu.

Kegiatan ini dilaksanakan di sepanjang batas kawasan hutan yang berbatasan langsung dengan Desa Beradolu Kecamatan Loli Kab. Sumba Barat, adapun batas kawasan hutan yang ditanami sepanjang 2 Kilometer (Km). Jumlah tanaman Pinang dan Halai yang ditanam berjumlah 3.000 Anakan. Turut hadir dalam kegiatan penanaman tersebut Kepala Balai Taman Nasional MaTaLaWa dan petani penggarap yang lahan/kebun berbatasan langsung dengan batas kawasan hutan.

Sedangkan kegiatan penanaman batas kawasan hutan di SPTN Wilayah II Lewa dilaksanakan di Desa Mbilur Pangadu Kec. Umbu Ratu Nggay Kab. Sumba Tengah. Dalam pelaksanaannya, kegiatan penanaman ini dikoordinir Kepala SPTN II Lewa (Judy Aries Mulik, STP) bersama dengan Kepala Resort Praimahala dan Resort Bidipraing. Hadir pada kegiatan penanaman tersebut Kepala Balai Taman Nasional MaTaLaWa, Kepala Kepolisian Sektor Umbu Ratu Nggay dan Unsur Pemerintah Desa Mbilur Pangadu. Jenis tanaman yang ditanam adalah jenis Pinang sebanyak 5.000 Anakan.

Disela-sela kegiatan penanaman batas kawasan hutan, Kepala Balai Taman Nasional MaTaLaWa (Maman Surahman, S.Hut., M.Si) menjelaskan bahwa kegiatan penanaman batas kawasan hutan ini merupakan bentuk pengakuan masyarakat atas batas kawasan Taman Nasional MaTaLaWa yang legal/sah sesuai dengan keputusan yang telah ditetapkan. Serta pemilihan jenis tanaman berupa jenis MPTS (Pinang) hal ini bertujuan agar hasil buah tanaman tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, baik untuk dikonsumsi sendiri maupun untuk meningkatkan pendapatan rumah tangganya.

Penulis: Vivery Okthalamo (PEH Muda Balai Taman Nasional MaTaLaWa)
Editor: editor@tnmatalawa.com

Tinggalkan Balasan

Top
WhatsApp chat