Anda di sini
Beranda > Berita > Penanaman Mangrove TN Matalawa

Penanaman Mangrove TN Matalawa

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!

Penanaman Mangrove
Penanaman Mangrove dan Program Pengembangan Energi Terbarukan Bersama Tasya Kamila dalam Rangkaian Kegiatan Memperingati Hari Bakti Rimbawan dan Hari Hutan Internasional Taman Nasional MaTaLaWa

Minggu, 12 Maret 2017. Balai Taman Nasional MaTaLaWa (Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti) bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumba Timur melaksanakan kegiatan penanaman bibit bakau (Rhizophora sp.) sebanyak 2000 anakan. Penanaman dilakukan di sepanjang sempadan Pantai Manubara dengan menggandeng pihak-pihak seperti UPTD KPH Sumba Timur, KORAMIL 1601-05 Sumba Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Timur, Balai Litbang Kupang, masyarakat lokal kampung Manubara, Yayasan Live Japan, Pramuka Saka Wanabakti dan anak-anak sekolah minggu.

Kegiatan penanaman pohon bakau ini bertujuan untuk merestorasi kawasan hutan Mangrove di kota Waingapu yang saat ini kondisinya sangat mengkhawatirkan akibat kegiatan penebangan dan alih fungsi lahan. Keberadaan ekosistem hutan mangrove di kota Waingapu yang sangat penting baik secara ekologis maupun ekonomis.

Secara ekologis, keberadaan hutan mangrove berfungsi sebagai penahan erosi dan abrasi air laut. Sedangkan secara ekonomis keberadaannya dapat mendukung perekonomian lokal sebagai sumber pangan, papan, energi (kayu bakar/ arang). Dan kedepannya sangat mungkin bisa dikembangkan sebagai tujuan destinasi pariwisata di Kabupaten Sumba Timur.

Selain kegiatan pada hutan Mangrove, Balai Taman Nasional MaTaLaWa bersama dengan penyanyi cilik yang pernah melantunkan lagu anak-anak populer “Aku Anak Gembala” dan juga sekaligus sebagai Duta Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yaitu Tasya Kamila bersilaturahmi dengan Bupati Sumba Timur dan berkunjung ke Desa Persiapan Tanggedu yang letaknya cukup terisolir dan masuk dalam Kecamatan Haharu. Tujuan dari kunjungan tersebut untuk mengembangkan program Desa Pro Iklim melalui peningkatan energi baru dan terbarukan dengan cara mengembangan biodiesel dari tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas).

Pada kesempatan tersebut Tasya dibantu oleh Balai Taman Nasional MaTaLaWa melakukan Focus Grup Discussion (FGD) kepada masyarakat Desa Tanggedu. Kegiatan FGD tersebut bertujuan untuk menganalisis lebih jauh kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh masyarakat Desa Tanggedu yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 365 jiwa dalam mendukung program Desa Pro Iklim yang sejalan dengan visi dari Pemda Kabupaten Sumba Timur.

Kedua rangkaian kegiatan tersebut masuk dalam kegiatan Hari Bakti Rimbawan dan Hari Hutan Internasional yang diselenggarakan oleh Balai Taman Nasional MaTaLaWa sejak tanggal 12 sampai dengan 21 Maret 2017. Adapun rangkaian kegiatan selanjutnya berturut-turut adalah tanggal 15 Maret 2017 melakukan kegiatan penanaman di lahan KHDTK dan kawasan hutan lindung Sumba Timur, tanggal 16 Maret 2017 lomba keakraban antar instansi, tanggal 17 Maret 2017 jalan santai dan senam kebugaran, tanggal 18 Maret 2017 visit to school ke Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Waingapu, tanggal 19 Maret 2017 bersih sampah dan kampanye konservasi, tanggal 20 Maret 2017 pembagian bibit ke tujuh kantor pemerintahan, sekolah dan hotel.

Puncak acara Hari Bakti Rimbawan dan Hari Hutan Internasional rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2017 malam hari yang akan dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, Ketua DPRD, unsur Muspida dan beberapa instansi terkait lainnya.

Sumber: Urusan Promosi dan Informasi MaTaLaWa
Editor: editor@tnmatalawa.com

Tinggalkan Balasan

Top
WhatsApp chat