Anda di sini
Beranda > Berita > Pendekatan Psyco Socio Culture Dalam Pengelolaan Taman Nasional MaTaLaWa

Pendekatan Psyco Socio Culture Dalam Pengelolaan Taman Nasional MaTaLaWa

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!

Pendekatan Psyco Socio Culture

Waikabubak, 30 Januari 2018. Sebagai upaya pencegahan dini (early warning system) dalam menekan tingkat gangguan terhadap kawasan konservasi, Balai Taman Nasional MaTaLaWa melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui metode psyco sosio culture. Aksi ini diluncurkan dengan tujuan memaduserasikan pengelolaan kawasan konservasi dengan kondisi psikis, interaksi masyarakat dan budaya yg terbentuk di masyarakat.

Melalui kegiatan SPTN Wilayah I Waibakul Taman Nasional MaTaLaWa, metode psyco sosio culture dilakukan di Desa Hupumada. Aksi sosial ini langsung dikomandani oleh Abdul Basit Nasriyanto, S.Hut., M.Sc selaku Kepala SPTN Wilayah I Waibakul.

Serangkaian kegiatan berupa pendistribusian berbagai jenis anakan tanaman budidaya seperti pinang, mahoni, trembesi, kemiri dan gemelina. Tanaman budidaya tersebut berasal dari persemaian permanen Kabupaten Sumba Tengah, kerjasama dengan Balai Pengelolaan DAS Benain Noelmina Kupang. Bagai gayung bersambut, pendistribusian bibit ini disambut baik oleh masyarakat Desa Hupumada untuk turut serta menanam di lahan masyarakat yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pengaruh yang baik terhadap terjalinnya hubungan yang harmonis antara pengelola dengan masyarakat sekitar kawasan khususnya di Desa Hupumada, Kecamatan Wanukaka Kabupaten Sumba Barat. Kondisi alam, adat serta budaya masyarakat lokal sangat mendukung akan keberhasilan kegiatan tersebut, sehingga dalam jangka waktu yang panjang akan memberikan efek positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan dan penataan lingkungan yang asri.

Sumber: Urusan Informasi dan Promosi Taman Nasional MaTaLaWa
Editor: editor@tnmatalawa.com

Tinggalkan Balasan

Top
WhatsApp chat