Anda di sini
Beranda > Berita > PENGAMANAN PEREDARAN SATWA LIAR DAN PELEPASLIARAN HASIL LAPORAN MASYARAKAT

PENGAMANAN PEREDARAN SATWA LIAR DAN PELEPASLIARAN HASIL LAPORAN MASYARAKAT

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!

Waingapu, 8 Agustus 2022. Polisi Kehutanan (Polhut) Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) mengamankan sejumlah satwa dari tangan masyarakat pengendara motor di sekitar bandara Umbu Mehang Kunda, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Pengamanan ini dilakukan atas dasar laporan anggota Polres Sumba Timur yang telah terlebih dahulu mengamankan pengendara tersebut karena pelanggaran lalu lintas. Saat diamankan, ditemukan 4 kardus berisi 48 ekor Decu Belang (Saxicola caprata) dan 22 ekor Branjangan Jawa (Mirafra javanica).

Polhut Balai TN Matalawa kemudian melakukan pemeriksaan kepada masyarakat tersebut dan memperoleh informasi bahwa yang bersangkutan hanya kurir untuk melakukan pengantaran paket kardus tersebut dari Kawangu menuju Kambajawa. Ia juga tidak memiliki surat izin angkut untuk satwa liar tersebut sehingga inilah yang menjadi dasar Polhut untuk melakukan pengamanan terhadap satwa-satwa tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan pada burung-burung tersebut, diputuskan agar segera dilakukan pelepasliaran untuk mengurangi tingkat stress yang dapat menyebabkan kematian satwa. Namun, satwa yang dilepasliarkan hanya sejumlah 66 ekor yang terdiri dari 45 ekor Decu Belang dan 21 ekor Branjangan Jawa karena sisanya sudah mati. Pelepasliaran dilakukan di kawasan hutan lindung Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sumba Timur Km. 17, Kota Waingapu.

Sumber: Balai TN Matalawa
Teks: Agus Kusumanegara, S.Hut, M.Si
Editor: Dwi Putro Notonegoro, S.Hut, M.S.E, M.Ec
Foto: Jaelani

Tinggalkan Balasan

Top
WhatsApp chat