Anda di sini
Beranda > Profil Kepala Balai TN Matalawa

Ir. Memen Suparman, M.M. Nama yang mungkin terdengar tidak asing di telinga apabila kita mengetahui siapa nama Kepala Balai TN Matalawa sebelumnya, yaitu Maman Surahman. Hanya huruf vokal yang membedakan panggilan kedua petinggi ini. Mengawali karirnya sebagai staf pada Bidang Perlindungan, pria kelahiran Majalengka pada tahun 1964 silam ini, menghabiskan kurang lebih 18 tahun masa kerja pertamanya di Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat.

 Promosi jabatan sebagai Kepala Balai TN Matalawa merupakan pengalaman pertama beliau memimpin unit kerja. Ini merupakan pengalaman kedua beliau bertugas di luar Pulau Jawa setelah sebelumnya bertugas sebagai Kepala Bidang KSDA Wilayah II di Balai KSDA Riau. Rintisan karir beliau tidaklah mudah, mulai dari CPNS golongan IIb dengan bekal ijazah D2 pada tahun 1989, beliau melanjutkan pendidikan sarjana pada bidang Sosial Ekonomi Pertanian pada tahun 1991. Kemudian beliau memperoleh gelar Magister Manajemen dari Universitas ARS Internasional pada 2001. Setelah itu karirnya melejit seiring dengan prestasi yang didapatnya selama pengabdian. Beliau memperoleh amanah sebagai Pejabat Eselon IV pada tahun 2002 sebagai Kepala Seksi pada Seksi Konservasi Wilayah II di Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango. Setelah malang melintang menempati posisi sebagai Kepala Seksi di Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, beliau diberikan amanah untuk menjadi Kepala Bidang KSDA Wilayah II di Balai KSDA Riau pada tahun 2013-2016. Sebelum menempati jabatan barunya sebagai Kepala Balai TN Matalawa pada tahun 2019, beliau sempat kembali ke Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango.

Serius tapi santai.’ Jadikan pekerjaan sebagai hiburan dan ladang amal’. Kata-kata inilah yang sering ditekankan beliau kepada para staf-nya. Perkataan beliau ini bukan berarti bahwa memerintahkan staf untuk berleha-leha dalam bekerja, tetapi pembawaan kita dalam bekerja harus terhibur dan jangan menganggap pekerjaan sebagai sebuah beban. Terlebih kita bekerja pada bidang pelestarian sehingga dapat memberikan manfaat pada masyarakat sekitar dan tentunya menjadi perhitungan amal kita di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Hal inilah yang terus diterapkan beliau sehingga tidak mudah lelah dalam bekerja dan dapat terus ikut dalam kegiatan lapangan dengan para staf-nya.

 
Top
WhatsApp chat