Anda di sini
Beranda > Profil Taman Nasional Matalawa

Taman Nasional Matalawa

Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (BTN MaTaLaWa) terletak di Pulau Sumba, Propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan penggabungan 2 Taman Nasional sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.7/Menlhk/Setjen/OTL.0/1/2016 yakni Taman Nasional Laiwangi Wanggameti dengan luas 41.772,18 Ha dan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dengan luas 50.122 Ha  tersusun dari kelompok Hutan Tanah Daru-Praimamangutidas (RTK 44), Kelompok Hutan Manupeu (RTK 5)  Kelompok Hutan Laiwangi Wanggameti (RTK 50) dan Kelompok Hutan Praning Palindi-Tanah Daru (RTK 60).  Kategori Balai merupakan Balai Taman Nasional Tipe A yang memiliki kantor Balai di Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur, Kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I di Waibakul Kabupaten Sumba Tengah dan Kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II di Lewa Kabupaten Sumba Timur, Kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III di Matawai Lapau Kabupaten Sumba Timur.

Dasar Hukum Penunjukan Kawasan
Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 576/Kpts-II/1998 Tanggal 3 Agustus 1998 Tentang Perubahan Fungsi Sebagian Kawasan Cagar Alam, Hutan Lindung dan Hutan Produksi Terbatas Seluas ± 134.998,09 (Seratus Tiga Puluh Empat Ribu Sembilan Ratus Sembilan Puluh Delapan, Sembilan Perseratus) Hektar Menjadi Kawasan Taman Nasional Manupeu – Tanah Daru Seluas ± 87.984,09 (Delapan Puluh Tujuh Ribu Sembilan Ratus Delapan Puluh Empat, Sembilan Perseratus) Hektar dan Kawasan Taman Nasional Laiwangi – Wanggameti Seluas ± 47.014,00 (Empat Puluh Tujuh Ribu Empat Belas) Hektar, Yang Terletak Di Kabupaten Daerah Tingkat II Sumba Barat dan Kabupaten Daerah Tingkat II Sumba Timur, Propinsi Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur.

Visi dan Misi Pengelolaan
Visi dan misi pengelolaan Taman Nasional Matalawa periode tahun 2016-2035 ditetapkan dengan mengacu pada kebijakan umum pembangunan kehutanan serta tugas dan fungsi yang diemban oleh Balai Taman Nasional Matalawa. Visi pengelolaan Taman Nasional Matalawa adalah “Taman Nasional Matalawa menjadi pusat konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem di Pulau Sumba serta pemanfaatannya bagi kesejahteraan masyarakat”. Untuk mewujudkan visi tersebut, ditetapkan misi pengelolaan Taman Nasional Matalawa yang akan dijalankan dalam periode tahun 2016-2035, sebagai berikut:

  1. Menjamin terpeliharanya proses ekologis di dalam kawasan sehingga fungsinya sebagai kawasan sistem penyangga kehidupan dapat berjalan optimal
  2. Menjamin terpeliharanya keanekaragaman genetik dan tipe-tipe ekosistem di dalam kawasan Taman Nasional Matalawa
  3. Mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam kawasan Taman Nasional Matalawa dalam bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, budidaya, pariwisata, dan rekreasi yang secara langsung dan tidak langsung berdampak pada peningkatan ekonomi dan kualitas kehidupan masyarakat.
  4. Memantapkan kelembagaan Balai Taman Nasional Matalawa
  5. Meningkatkan peran serta masyarakat dan para pihak dalam pengelolaan Taman Nasional Matalawa melalui program prioritas dan role model pengelolaan

Letak Geografis
Taman Nasional MaTaLaWa  terbagi menjadi 2 wilayah terpisah yakni wilayah Eks Taman Nasional Manupeu Tanah Daru yang secara geografis terletak pada 9°53’32,013’’-9°29’43,809’’LS, 119°26’5,64’’-119°53’21,172’’BT pada ketinggian 0-918 Mdpl dengan batas

  • Sebelah Utara : Kecamatan Umbu Ratunggay Barat, Desa Maradesa (Kabupaten Sumba Tengah),
  • Sebelah Selatan : Samudera Indonesia,
  • Sebelah Barat : Kecamatan Wanokaka, Desa Katikuloku (Kabupaten Sumba Barat), dan
  • Sebelah Timur : Kecamatan Lewa (Kabupaten Sumba Timur)
  • Batas Enclave : Kampung Lahona

Dan wilayah Eks Taman Nasional Laiwangi Wanggameti terletak pada koordinat  9˚57΄- 10˚11΄ LS dan 120˚03’-120˚19΄ BT pada ketinggian 50-1225 Mdpl dengan batas

  • Sebelah Utara : Desa Wanggameti dan Desa Katikutana,  Kec. Matawai Lapau
  • Sebelah Selatan : Desa Praimadita, Desa Ananjaki, dan Desa Nggongi,  Kec. Karera; Desa Lailunggi, Desa Wanggabewa, dan Desa  Wahang, Kec. Pinu Pahar
  • Sebelah Barat : Desa Praing Kareha, Desa Billa, Desa Waikanabu, dan Desa Wudi Pandak, Kec. Tabundung
  • Sebelah Timur : Desa Nangga dan Desa Tandulajangga, Kecamatan Karera
  • Batas Enclave : Desa Ramuk dan Desa Mahaniwa, Kec. Pinu Pahar; Desa Katikuwai, Kec. Matawai Lapau.

Peranan dan Tipe Ekosistem
Kawasan Taman Nasional MaTaLaWa memiliki peran penting dalam tata air di Pulau Sumba. Beberapa DAS yang berada di Kawasan Taman Nasional Matalawa antara lain Kadahang, Labariri, Laliang, Lisi, Memboro, Palamedo, Praigaga, Praihau, Tadanyalu, Tangairi, Tidas, Kambaniru, Lailunggi, Linggit, Nggongi, Tondu dan Wahang.

Kawasan Taman Nasional MaTaLaWa memiliki tipe-tipe  ekosistem yang cukup beragam, yang mewakili  tipe-tipe ekosistem utama Pulau Sumba. Tipe-tipe ekosistem kawasan Taman Nasional MaTaLaWa tersebut dicirikan oleh perbedaan kondisi vegetasi penyusunnya, yakni: ekosistem hutan hujan awet hijau, ekosistem hutan hujan semi awet hijau, ekosistem hutan semi awet hijau, ekosistem padang sabana (savanna), dan ekosistem hutan musim.

Potensi Tumbuhan dan Satwa
Kawasan Taman Nasional MaTaLaWa merupakan salah satu lokasi yang menyimpan kekayaan jenis tumbuhan dan satwa paling tinggi di Pulau Sumba. Tingginya keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa di dalam kawasan Taman Nasional MaTaLaWa tersebut karena didukung oleh tipe ekosistem yang beragam.

Berdasarkan hasil inventarisasi flora yang dilakukan, beberapa jenis tumbuhan yang terdapat di dalam kawasan Taman Nasional MaTaLaWa, antara lain:  Kaduru Bara (Palaquium obtusifolium Burck.), Karakaka, Witi malawu, Kaduru rara (Palaquium obovatum Engl.), Wata kamimi, Kahingga Kaba, Laru (Myristica littoralis Miq), Wihi kalauki  (Calophyllum soulattri Burm. F), Kawita kaba (Tarenna incerta Kds.et.Val), Tada katabi ( Aglaia leucophylla King), Maranggawalu, Wata kamimi, Kepadih, Witi Malawu, Mbuimata, Murungiha  (Helicia excelsa Blume), dan lain-lain. Jenis-jenis unggul lokal yang juga ditemukan di dalam kawasan Taman Nasional MaTaLaWa antara lain: cendana (Santalum album), inju watu (Spondias pinata Merr), kaduru/ nyatoh (Palaquium obovatum), horani/suren (Toona sureni Merr), kesambi (Schleihesa oleosa), lobung/salam (Eugenis sp), manera (Aglaia eusideroxylon), mayela (Artocarpus glaucus BL), pulai (Alstonis scholaris), halai (Alstonis spectabilis), sawo kecik (Manilkara kauki).

Berdasarkan data yang dihimpun dari beberapa hasil penelitian, jenis-jenis satwaliar yang teridentifikasi di dalam kawasan Taman Nasional MaTaLaWa antara lain: 215 jenis burung, 22 jenis mamalia,  72 jenis kupu-kupu, 7 jenis amphibi, dan 4 jenis reptilia. Dari 215 jenis burung sembilan jenis diantaranya merupakan spesies endemik Sumba, yaitu: rangkong/ julang sumba (Aceros everetti), kakatua jambul jingga (Cacatua sulphurea citrinoristata), gemak sumba (Turnix everetti), punai sumba (Treron teysmani), walik rawamanu (Ptilonopus dohertyii), burung madu sumba (Nektarina buettikoferi), myzomela kepala merah (Myzomela erythrocephala), sikatan sumba (Ficedula Harteti) dan punggok wangi (Ninox Rudolffi).

 
Top
WhatsApp chat