Anda di sini
Beranda > Berita > Semangat Membangun Desa di Sekitar Kawasan Taman Nasional MaTaLaWa

Semangat Membangun Desa di Sekitar Kawasan Taman Nasional MaTaLaWa

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!

Membangun Desa

Waingapu, 19 Desember 2017. Kawasan Taman Nasional MaTaLaWa (Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti) dikelilingi 47 Desa yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi di Pulau Sumba ini. Berdasarkan survey sosial ekonomi masyarakat di sekitar Taman Nasional MaTaLaWa yang telah dilakukan pihak pengelola, menunjukan bahwa ketergantungan masyarakat terhadap potensi sumberdaya alam masih cukup tinggi. Hal ini menjadi suatu tantangan bagi pengelola kawasan, dalam mengurai permasalahan-permasalahan yang ada menjadi suatu solusi demi keberlangsungan kawasan Taman Nasional MaTaLaWa tanpa mengesampingkan keberadaan masyarakat yang berada di sekitarnya.

Pada tahun 2016, Balai Taman Nasional MaTaLaWa mengusulkan 4 (empat) desa sebagai Desa Binaan, yaitu Desa Nangga, Desa Praingkareha, Desa Umamanu dan Desa Katikuloku. Adapun dasar pengusulan keempat desa tersebut adalah berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional MaTaLaWa, ketersediaan potensi sumberdaya alam yang mampu dikembangkan serta ketergantungan masyarakat terhadap kawasan masih cukup tinggi. Melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal KSDAE nomor : SK. 80/KSDAE/ SET/KSA.1/2/2017 tanggal 20 Februari 2017, Keempat Desa tersebut ditetapkan sebagai Desa Binaan Taman Nasional MaTaLaWa.

Dengan dasar penetapan tersebut, Taman Nasional MaTaLaWa melakukan pendampingan serta melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan semangat membangun dari desa. Berbagai langkah dan upaya yang telah dilakukan pengelola kawasan Taman Nasional MaTaLaWa, diantaranya melakukan pendampingan secara aktif kepada Desa Binaan yang Telah ditetapkan maupun desa-desa di sekitar kawasan Taman Nasional MaTaLaWa, Menyusun dokumen rencana pada desa binaan, survey potensi desa binaan serta mengupayakan peningkatan ekonomi melalui program pengembangan usaha ekonomi produktif.

Pengembangan usaha ekonomi produktif merupakan langkah yang ditempuh pengelola kawasan Taman Nasional MaTaLaWa guna mengurangi tingkat ketergantungan masyarakat terhadap kawasan dengan pendekatan alih lokasi, alih profesi, dan alih komoditi. Pemilihan jenis usaha yang akan dikembangkan didasari atas data hasil survey berupa potensi sumberdaya yang dimiliki desa serta hasil musyawarah kelompok di masing-masing desa yang tertuang dalam dokumen rencana pembinaan.

Pada tanggal 11 dan 12 Desember 2017, Balai Taman Nasional MaTaLaWa menyerahkan bantuan pengembangan usaha ekonomi bagi masyarakat di Desa Umamanu dan Desa Katikuloku. Adapun bantuan yang diserahkan kepada kelompok di Desa Umamanu diantaranya bibit tanaman (Pinang dan Jati) serta alat pertukangan guna mendukung pengembangan usaha kerajinan bambu dan ukiran kayu. Sedangkan bantuan yang diserahkan kepada kelompok Desa Katikuloku berupa bibit tanaman (Pinang dan Jati), alat pertukangan (gergaji, bor kayu, pisau pahat, dll) guna mendukung pengembangan usaha kerajinan bamboo, serta benih/bibit ikan (Lele dan Nila) guna pengembangan usaha ikan air tawar.

Diharapkan melalui penyerahan bantuan pengembangan usaha ekonomi kepada 2 (dua) Desa Binaan Taman Nasional MaTaLaWa tersebut dapat tercipta kemandirian ekonomi bagi masyarakat. Serta mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap potensi sumberdaya alam yang berasal dari dalam kawasan Taman Nasional MaTaLaWa. Seperti yang disampaikan oleh Koordinator Penyuluh Kehutanan Taman Nasional MaTaLaWa (Diecky Arif Rachman, S.Hut) pada saat penyerahan bantuan pengembangan usaha ekonomi di Desa Katikuloku – Sumba Barat.

Sumber: Urusan Informasi dan Promosi Taman Nasional MaTaLaWa
Editor: editor@tnmatalawa.com

Tinggalkan Balasan

Top
WhatsApp chat