Anda di sini
Beranda > Posts tagged "Matalawa"

Peringatan Hari dan Bulan Menanam di Pulau Sumba

Lewa, 17 Januari 2020. Peringatan Hari dan Bulan Menanam Nasional yang diselenggarakan pada 28 November dan bulan Desember, tidak dapat terlaksana tepat waktu karena masih minimnya curah hujan saat itu. Akhirnya, setelah curah hujan meningkat, pada Januari tepatnya 17 Januari 2020, Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) menyelenggarakan kegiatan penanaman di Resort Kambatawundut. Kegiatan yang diikuti oleh Bupati yang diwakili Asisten Daerah Kabupaten Sumba Timur, Forkompimda Sumba Timur, para Kepala Dinas terkait dari 3 Kabupaten, serta anggota Saka Wana Bakti dan masyarakat umum, sukses menanam 300 bibit yang disediakan. Asisten Daerah menyambut baik kegiatan ini dan mengharapkan bibit yang sudah ditanam dapat tumbuh dengan baik sehingga pulau Sumba semakin rindang. Kepala Balai TN Matalawa, Ir. Memen Suparman, M.M., mengucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin yang datang dan mengikuti kegiatan menanam ini. Kegiatan ini merupakan langkah nyata kita dalam menjaga dan melestarikan alam. Ia pun berharap dengan adanya kegiatan penanaman ini, tanaman yang tumbuh dapat menyegarkan suasana Resort Kambatawundut sehingga menjadi daya tarik

Koordinasi Antar Stakeholders Tingkatkan Pariwisata di Sumba

Waikabubak, 14 Januari 2020. Pulau Sumba sebagai kawasan wisata sudah tidak diragukan lagi, bahkan pada tahun 2018 Pulau Sumba dinobatkan Pulau Terindah di Dunia dari sebuah majalah terbitan Jerman. Namun, penobatan itu tidak serta merta meningkatkan kunjungan wisata di pulau tersebut. Dalam hal meningkatkan kunjungan wisata ke Pulau Sumba, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat sebagai pemangku kawasan, beserta seluruh stakeholders mengadakan rapat koordinasi. Kegiatan ini dilakukan sebagai persiapan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Sumba Barat menjadi co-host sebuah exhibition besar Bali and Beyond Travel Fair 2020 yang akan berlangsung pada bulan Juni. Disparbud mengundang stakeholders pariwisata seperti asosiasi penginapan, rumah makan, travel agent, dan pengelola kawasan wisata termasuk Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa).Disparbud meminta kepada seluruh stakeholders untuk urun rembuk menyusun rencana tampilan apa yang akan dipamerkan sehingga kunjungan pariwsata ke Sumba dapat meningkat. Balai TN Matalawa hadir dalam rapat koordinasi ini yang diwakili Kepala Seksi Pengelolaan TN Wilayah I, Abdul Basit Nasriyanto, S.Hut, M.Sc. Balai TN Matalawa akan mendukung

Penghijauan di Sumba oleh Jajaran Polres dan Pemerintah Daerah

Waingapu, 10 Januari 2020. Aksi tanam 1000 pohon yang telah dilakukan oleh Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur pada tanggal 2 Januari 2020 lalu juga diikuti oleh jajaran kepolisian yang ada dibawahnya. Hari ini, 10 Januari 2020, Kepolisian Resor Sumba Barat melakukan penanaman sebanyak 300 bibit pohon di area Mapolsek Katikutana yang berada di Kabupaten Sumba Tengah. Bibit ini terdiri dari bibit pohon buah seperti mangga, dan jenis tanaman kehutanan lain seperti sengon dan gmelina. Hadir dalam kegiatan ini antara lain, Bupati Sumba Tengah, Ketua DPRD, Kapolres Sumba Barat, Dandim Sumba Barat, beserta Muspida dan Kepala Dinas lingkup Kabupaten Sumba Tengah. Bupati Sumba Tengah dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Sumba Barat yang telah memilih lokasi penanaman di Kabupaten Sumba Tengah. Ia berharap agar kita dapat memelihara tanaman yang sudah ditanam sehingga kita dapat memetik manfaat nantinya seperti buah-buahan, sumber air, maupun keasrian kawasan. Bupati turut menyampaikan terima kasih kepada Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN

Refleksi 2019 dan Akselerasi 2020 TN Matalawa

Waingapu, 6 Januari 2020. Aktivitas kerja setelah melalui libur panjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru lingkup Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai terlihat di minggu kedua ini. Para pegawai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti pun tidak ingin larut dalam suasana libur berkepanjangan karena tugas-tugas di tahun 2020 sudah menanti di depan mata. Kepala Balai TN Matalawa, Ir. Memen Suparman, M.M, mengumpulkan seluruh pejabat eselon, kepala resort serta para koordinator dalam sebuah rapat evaluasi 2019 dan pencermatan tugas di 2020. Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai yang telah bekerja keras sehingga penyerapan anggaran tahun 2019 dapat mencapai 99,56 % serta diimbangi dengan capaian output yang  dapat terlaksana dengan baik. Kepala Balai mengingatkan agar jangan terbuai dengan prestasi terebut namun harus meningkatkan kinerja sehingga tidak hanya output yang tercapai tetapi juga mencapai outcome (manfaat) yang dapat terlihat dampaknya untuk masyarakat. Peningkatan anggaran di tahun 2020 pada beberapa kegiatan harus dapat dimaksimalkan capaiannya sehingga kelestarian TN Matalawa dapat

Langkah Bersama Pelestarian Burung Di TN MaTaLaWa

Langkah Bersama

Kepala Balai Taman Nasional MaTaLaWa berkunjung ke Kantor Burung Indonesia, Rabu (18/07/2018). FOTO/MAMAN SURAHMAN Waingapu, 20 Juli 2018. Tanah humba merupakan salah satu pulau di propinsi Nusa Tenggara Timur yang kaya akan ragam hayati baik flora fauna bentang alam maupun gejala alam. Keragaman hayati ini yang mendasari pemerintah melalui Departemen Kehutanan (saat itu-red) di-declared sebagai taman nasional yaitu Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (Taman Nasional MaTaLaWa). Ada sekitar 215 jenis burung dengan 12 jenis burung kategori endemik Sumba sehingga Sumba ditetapkan sebagai Important Bird Area (IBA) dan Endemic Bird Area (EBA), 115 jenis kupu kupu, 31 jenis reptilia, 35 jenis herpetofauna dan 23 jenis mamalia. Baca : Terciduk!!! 3 Ekor Burung Yang Hendak Dijual, Dilepasliarkan Kembali TN MaTaLaWa Upaya pelestarian dan perlindungan jenis-jenis penting di Sumba mustahil bisa dilakukan oleh hanya satu pengelola saja. Perlu sebuah kerjasama antar lembaga yang saling bahu membahu mendukung demi mewujudkan pelestarian sumber daya alam. Serta

Strategi Pengamanan Kawasan Rawan Kebakaran Balai TN MaTaLaWa

Strategi

Tim PE dan masyarakat bekerjasama melakukan pembersihan dari gulma dan pembuatan sekat bakar di blok hutan Tandulajangga, Taman Nasional MaTaLaWa, Rabu (18/07/2018). FOTO/SUYATNO Waingapu, 19 Juli 2018. Tim Pemulihan Ekosistem (PE) yang terdiri dari Suyatno (Polhut), Daud Kandami (Polhut) dan Yosafat Domu Wulang (staf) bekerjasama dengan penduduk setempat melaksanakan kegiatan Pemulihan Ekosistem melalui mekanisme alam. Adapun lokasi pemulihan ekosistem dilaksanakan pada Blok Hutan Tandulajangga wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Matawai Lapau Balai Taman Nasional MaTaLaWa (Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti) seluas 15 Hektar. Upaya pelibatan masyarakat sekitar di blok hutan Tandulajangga berpengaruh secara nyata terhadap keamanan kawasan tersebut, terutama meminimalisir kerawanan kebakaran hutan yang kerap terjadi pada wilayah tersebut. Serangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat lokal setempat meliputi pengamanan hutan terhadap gangguan kebakaran hutan, pembersihan dari gulma dan pembuatan sekat bakar sepanjang 100 meter dengan lebar jalur 3,5 meter. Baca : Desa Penyangga TN MaTaLaWa Teladan Bagi Kabupaten Sumba

Menyingkap Potensi Wisata Gua Di Kawasan Karst Taman Nasional MaTaLaWa

menyingkap potensi

Ketua tim eksplore potensi gua, Tomy Nggimu Tara memasuki gua liang bakul di Blok Hutan Mahaniwa kawasan Taman Nasional MaTaLaWa, Senin (16/07/2018). FOTO/SUYATNO Waingapu, 17 Juli 2018. Balai Taman Nasional MaTaLaWa (Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti) menerjunkan tim ekspedisi yang berpengalaman untuk mengexplore potensi gua di Blok Hutan Mahaniwa. Adapun tim terdiri dari Tomy Nggimu Tara sebagai ketua tim, Suyatno dan Umbu Palanggarimu sebagai tenaga ahli gua. Dari hasil penelusuran tim ekspedisi selama lima hari diperoleh tiga gua, yaitu gua liang bakul (vertical), gua hibu karik (horizontal) dan gua Lawuala (horizontal) dengan ragam lebar mulut gua dari 2 meter hingga 14 meter dengan panjang gua 70 s.d 100 meter. Baca : Konsultasi Publik Masterplan Wisata Alam Kawasan Hutan Manupeu Tanah Daru TN MaTaLaWa Hasil penelusuran, ketiga gua tersebut sangat potensial dikembangkan menjadi wisata minat khusus. Di sepanjang penelusuran gua, dijumpai jenis binatang Troglopile yaitu binatang yang menyukai kegelapan dan mencari makan di gua

Call Center TN MaTaLaWa Ganti Nomor Kontak

call center

Screenshot Pengumuman Pergantian Nomor Kontak Call Center di Instagram TN MaTaLaWa.FOTO/INSTAGRAM Sobat kaka, mohon maaf call center Matalawa kini berganti menjadi 0811 384 408. Tolong diabaikan yang lama yah. Silahkan untuk hubungi kami apabila ada kejadian dan juga pertanyaan seputan TN Matalawa di nomer yang baru. Terima kasih 🙏🙏 Sumber: Urusan Informasi dan Promosi Taman Nasional MaTaLaWa Editor: editor@tnmatalawa.com

Orientasi Pemulihan Ekosistem Dengan Mekanisme Alam Di TN MaTaLaWa

orientasi

Anggota tim penanggung jawab kegiatan pemulihan ekosistem (kanan) bersama masyarakat anggota kelompok kerja (POKJA) (kiri) melakukan orientasi pada kawasan yang akan dipulihkan ekosistemnya di kawasan hutan di Resort Tandulajangga, Selasa (10/07/2018). FOTO/ARIFSON RMS Waingapu, 10 Juli 2018. Kawasan di Resort Tandulajangga Taman Nasional MaTaLaWa (Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti) mengadopsi metode mekanisme alam dalam memulihkan kondisi ekosistemnya. Membangun kesamaan persepsi antara pemangku kawasan sebagai penanggung jawab kegiatan pemulihan ekosistem dengan kelompok kerja (POKJA) yang terdiri dari para masyarakat sekitar kawasan perlu dibangun sejak dini. Oleh karena itu dengan dipimpin oleh Romelus sebagai Kepala Resort Tandulajangga, tim penanggung jawab mengadakan sosialisasi dan orientasi lapangan kepada POKJA. Kegiatan ini diselenggarakan di Kantor Resort Tandulajangga pada tanggal 9 dan 10 Juli dengan dihadiri oleh 10 anggota POKJA dan 5 orang dari tim penanggung jawab. Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan penguatan kelompok serta penyusunan hak dan kewajiban POKJA serta dilanjutkan dengan pemberian gambaran umum

Ukiran Prestasi TN MaTaLaWa di FTN & FTWA

ukiran prestasi

Kepala Balai Taman Nasional MaTaLaWa dan tim sukses pameran Taman Nasional MaTaLaWa berfoto bersama di depan stand pada Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam (FTN & FTWA) di Pelataran Shiwa, Candi Prambanan, Yogyakarta, Minggu (08/06/2018). FOTO/AWALIAH ANJANI Waingapu, 9 Juli 2018. Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam (FTN & FTWA) yang digelar sejak tanggal 6 Juli 2018 di Pelataran Shiwa, Candi Prambanan, Yogyakarta resmi ditutup malam tadi (08/06/2018) oleh Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK), Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekowisata (KSDAE). Banyak cerita yang hadir di perhelatan perdana yang melibatkan hampir seluruh Taman Nasional dan Taman Wisata Alam di Indonesia ini serta para stakeholder terkait wisata alam. Balai Taman Nasional MaTaLaWa (Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti) sebagai salah satu peserta FTN dan FTWA berpartisipasi aktif dalam gelaran ini. Dekorasi stand Taman Nasional MaTaLaWa dengan mengangkat tema Harmony Nature and Culture berhasil menarik banyak pengunjung. Baca :

Top
WhatsApp chat