Anda di sini
Beranda > Berita > Penggunaan Drone Dalam Penyusunan Rencana Pemulihan Ekosistem (RPE) di Tandulajangga oleh Balai TN MaTaLaWa

Penggunaan Drone Dalam Penyusunan Rencana Pemulihan Ekosistem (RPE) di Tandulajangga oleh Balai TN MaTaLaWa

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!

Tim Rencana Pemulihan Ekosistem

Waingapu, 15 Mei 2017. Tim Rencana Pemulihan Ekosistem (RPE) Balai Taman Nasional MaTaLaWa (Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti) serta dibantu masyarakat lokal pada tanggal 9-15 Mei 2017 turun ke lapangan untuk melakukan kajian awal di salah satu calon lokasi RPE yaitu blok hutan Kunjur dan Tanabaru yang masuk dalam Resort Tandulajangga SPTN Wilayah III Matawai Lapau. Sebelum Tim RPE terjun ke lapangan terlebih dahulu mendapat briefing dan arahan terkait masalah teknis dari Kepala Balai Taman Nasional MaTaLaWa, Maman Surahman, S.Hut., M.Si. Data dan informasi dari lapangan nantinya akan dianalisis dan menjadi dasar penyusunan Rencana Pemulihan Ekosistem.

Tim RPE menerbangkan drone untuk mengambil foto dan video lokasi RPE di Tandulajangga, hal ini diperlukan guna membantu menganalisis pemilihan lokasi secara lebih detail yang akan berguna dalam pengambilan keputusan selanjutnya. Keuntungan lainnya dengan penggunaan drone ini dapat mengantisipasi lokasi yang sulit dijangkau seperti kondisi permukaan yang curam dan hal teknis lainnya yang berpotensi menghambat pelaksanaan kegiatan di lapangan. Pemakaian aplikasi Avenza Maps yang dapat didownload gratis secara online juga cukup membantu grup Anveg, Biofisik dan Pamhut dalam menentukan lokasi karena aplikasi tersebut dapat berjalan secara offline dengan menggunakan peta dengan format pdf.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini Tim RPE mengecek calon lokasi PE di Tandulajangga seluas 279,60 Hektar. Rekomendasi sementara yang dapat dilaporkan diantaranya; lokasi yang sudah clear and clean adalah seluas 202,38 Hektar. Secara keseluruhan kegiatan kajian penyusunan dokumen RPE dapat berjalan dengan baik, diharapkan setelah semua data dan informasi lokasi calon RPE dikumpulkan dapat dihasilkan dokumen kajian RPE yang komprehensif serta mengakomodir berbagai kepentingan dan dapat menjawab berbagai masalah yang terjadi saat pengecekan langsung di lapangan.

Penulis: Vivery Okthalamo (PEH Taman Nasional MaTaLaWa)
Editor: editor@tnmatalawa.com

Tinggalkan Balasan

Top
WhatsApp chat