Anda di sini
Beranda > Berita > TN Matalawa Gelar Konsultasi Publik Desain Tapak Zona Pemanfaatan Konda Dan Lokulisi-Atu

TN Matalawa Gelar Konsultasi Publik Desain Tapak Zona Pemanfaatan Konda Dan Lokulisi-Atu

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!

Waibakul, 10 Mei 2021, bertempat di Aula Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Waibakul telah digelar konsultasi publik terkait pembahasan draft desain tapak pada zona pemanfaatan Konda dan Lokulisi-Atu. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak mulai dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumba Tengah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Tengah, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Sumba Tengah, Camat Katikutana Selatan, Koordinator Program Sumba-Burung Indonesia, Kelompok Masyarakat Peduli Hutan (KMPH) Tanamodu dan Konda Maloba, Kepala Desa Tanamodu dan tokoh masyarakat setempat.

Beberapa narasumber dari pemerintah daerah yaitu, Elisabeth R. Dai, S.Pd selaku Kabid Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyampaikan materi dengan topik “ Pengembangan Pariwisata Alam Kabupaten Sumba Tengah”, kemudian Ir. Gabriel G. Djurubalang selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumba Tengah dengan topik “ Pengembangan Pariwisata Berwawasan Lingkungan”, kemudian Marthen Umbu Bewa, S.Sos selaku Camat Katikutana Selatan menyampaikan materi dengan topik “ Rencana Pengembangan Pariwisata Alam di Konda dan Lokulisi-Atu”. Tentunya narasumber dari Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) yang disampaikan oleh Kepala SPTN Wilayah I Waibakul, Abdul Basit Nasriyanto, S.Hut, M.Sc terkait desain tapak pada zona pemanfaatan Lokulisi-Atu dan dilanjutkan oleh PEH Muda TN Matalawa Agus Kusumanegara, S.Hut, M.Si terkait desain tapak pada zona pemanfaatan Konda.
Pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat menyambut baik dan sangat antusias untuk memajukan sector pariwisata alam di Kabupaten Sumba Tengah khususnya di zona pemanfaatan Konda dan Lokulisi-Atu. Mereka berharap bahwa dengan adanya acara konsultasi publik hari ini, kawasan Konda dan Lokulisi-Atu dapat segera diusahakan sehingga dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

Hasil dari pertemuan ini diperoleh beberapa kesepakatan, diantaranya : ruang usaha pada zona pemanfaatan Konda adalah seluas 207,35 Ha, ruang publik seluas 282,80 Ha; sedangkan untuk lokasi Lokulisi-Atu yang dipertimbangkan sebagai ruang public seluas 150,50 Ha dan ruang usaha seluas 142,28 Ha. Hasil kesepakatan bersama ini dituangkan dalam berita acara, yang selanjutnya akan dilakukan pembahasan di tingkat pusat.

Menutup pertemuan ini, Kepala Balai TN Matalawa menyampaikan bahwa dokumen desain tapak ini nantinya akan sangat bermanfaat dalam pengelolaan pariwisata alam di masa mendatang khususnya di kawasan Konda dan Lokulisi-Atu, baik dalam perencanaan, pengembangan dan pembangunan pariwisata alam. Untuk mewujudkan hal tersebut, diharapkan kedepannya sinergitas para pihak dalam penyusunan dan pelaksanaan pengembangan pariwisata alam di Kabupaten Sumba Tengah terus ditingkatkan.

Teks: Nisfi Yuniar
Photo: Mandra Pahlawa

Tinggalkan Balasan

Top
WhatsApp chat