Anda di sini
Beranda > Berita

PUNCAK PERINGATAN HARI KONSERVASI ALAM NASIONAL DI TAMAN NASIONAL MATALAWA

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!

Peringatan HKAN dimaknai sebagai kampanye terhadap masyarakat akan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan mengusung tema Negara Rimba Nusa:Merawat Peradaban Menjaga alam menekankan pada semangat berperadaban maju yang harmoni dengan alam di era milenial. Meski demikian semangat konservasi alam tentunya diharapkan dapat tertanam di semua generasi mengingat tidak ada generasi manapun yang tidak bergantung pada alam.
.

KUNJUNGAN KERJA KEPALA DINAS LHK PROVINSI NTT DI AIR TERJUN LAPOPU

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!

Di sela kunjungan kerjanya selama berada di Pulau Sumba, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ferdy J. Kapitan, juga menyempatkan dating berkunjung ke Air Terjun Lapopu. Ferdy sangat mengapresiasi kerja keras para pemangku kawasan dalam menata objek wisata ini. Protokol kesehatan yang telah disiapkan para pengelola kawasan disini diharapkan dapat dijalankan dengan tertib sehingga pada saat dibuka nanti, kawasan objek wisata ini dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung.

KOORDINASI PEMBUKAAN OBJEK WISATA ALAM TN MATALAWA

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Waibakul, Abdul Basit Nasriyanto, S.Hut, M.Sc dalam kesempatannya berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumba Tengah, menjelaskan bahwa TN Matalawa telah siap menerima kunjungan wisatawan. Protokol kesehatan dalam melakukan kunjungan wisata sudah disiapkan dan disimulasikan.

TAK KENAL HARI LIBUR, PETUGAS TN MATALAWA LAKUKAN SOSILAISASI PENCEGAHAN KARHUTLA

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!

Sosialisasi pada hari Sabtu, 18 Juli 2020 dilakukan di Desa Tanamodu pada kawasan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Waibakul dan Desa Kambatawundut yang masuk dalam Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) II Lewa . Kawasan yang masuk kedua desa ini juga menjadi tempat pelaksanaan kegiatan Pemulihan Ekosistem sehingga sosialisasi pencegahan karhutla perlu dilakukan lebih intensif. Para petugas yang terdiri dari Penyuluh Kehutanan, Polisi Kehutanan, dan Pengendali Ekosistem Hutan secara bergantian menerangkan bahaya karhutla bagi ekosistem. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kebiasaan masyarakat desa dalam melakukan pembakaran

PEMBARUAN SISTEM PELAPORAN TINGKAT TAPAK TN MATALAWA

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!

Perubahan signifikan dilakukan dalam aplikasi RESMI seperti menghilangkan beberapa butir kegiatan, perbaikan kolom foto lapangan, dan lain-lain. Perubahan ini diharapkan dapat mendukung kinerja para petugas tingkat tapak sehingga laporan yang dihasilkannya pun bisa memuat informasi secara komprehensif.

SIAGA KEBAKARAN HUTAN DI LOKASI PE TANAMODU

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!

Sudah beberapa minggu kawasan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) tidak mendapat guyuran hujan. Alang-alang, semak belukar, serta tumbuhan bawah sudah berubah warna menjadi kecoklatan yang menunjukkan rednahnya kadar air pada tanaman sehingga akan mudah sekali terbakar.

IN HOUSE TRAINING PENDUGAAN CARBON STOCK DI TN MATALAWA

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!

Indonesia sebagai salah satu negara dengan kawasan hutan terbesar memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim yang terjadi akhir-akhir ini. Hutan memiliki kemampuan menyerap carbon dari emisi-emisi yang dapat menyebabkan perubahan iklim tersebut melalui pendugaan carbon stock yang tersimpan dalam setiap bagian tumbuhan maupun tanah hingga jasa lingkungan yang ada di dalam kawasan hutan.

UPAYA PENYELAMATAN ULAR SANCA BATIK DI PERKEBUNAN SUMBA TIMUR

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!

Petugas Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (Safaat Nurhidayat dan Agus Kusumanegara) menanggapi panggilan dari pegawai perkebunan tebu yang beberapa hari terakhir resah dengan keberadaan ular besar di perkebunannya. Mereka juga turut didampingi oleh petugas KHDTK (Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus), salah satu unit Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kupang di Hambala Sumba Timur, Bertholomeus Bhenu

AKTIVITAS PEH TN MATALAWA DITENGAH TERPAAN WABAH COVID-19

Anda menyukai berita ini, silakan beri nilai!

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah monitoring jumlah satwa prioritas yang ada di TN Matalawa yakni burung Julang Sumba (Rhyticeros everetti) dan Kakatua Jambul Jingga (Cacatua sulphurea citrinocristata). Kegiatan ini merupakan tahap pertama dari 3 tahap yang direncanakan dalam 1 tahun ini. Monitoring dilakukan serentak di seluruh kawasan TN Matalawa, seperti pada hutan Mahaniwa, Billa, Praingkareha, Laikokur, Lokuhuma, Konda Maloba, Tangairi hingga Ubukora dan lokasi lainnya dengan total 16 site monitoring atau kurang lebih 16.000 ha. Dari hasil pengamatan ini didapatkan data sebanyak 103 ekor burung Kakatua Jambul Jingga dan 64 ekor burung Julang Sumba yang ditemui secara langsung. Pengamatan yang dilakukan menangkap adanya indikasi bahwa burung yang ditemui sebagian besar berkelamin jantan, hal ini dapat disebabkan oleh banyak betina yang sedang melakukan pengeraman telur di musim hujan.

Top
WhatsApp chat